JHONY MARKUS, MOTORIS HANDAL KETITING COP

Lahir 20 tahun lalu di Kluber, Kalimantan Utara dengan darah ibu suku Dayak dan bapak suku Bugis. Jhony bergabung di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo sejak November 2015 dengan jabatan sebagai kordinator pos pantau pulau orangutan. Di bawah kordinasi Jhony, 7 orangutan yang berada di pulau orangutan harus terus dipantau/ monitoring, patroli pulau dan feeding orangutan.

“Kami melakukan patroli dengan menggunakan perahu sehari 5 kali dan 2 kali monitoring di pos pantau dengan teropong.”, ujar Jhony. Bekerja di pos pantau orangutan cukup beresiko tinggi, manakala hujan turun selama berhari-hari. Sungai Kelay yang mengelilingi pulau orangutan akan naik dan banjir besar pun datang. Jalur utama untuk memantau pulau pun menjadi berarus deras. Pulau akan terendam dan menyisakan 50% daratannya. Banjir biasanya menyeret kayu-kayu dari hulu sungai Kelay dari ukuran tangan orang dewasa hingga sepanjang tiang listrik. Kemahiran membaca arus dan halangannya mutlak dilakukan. Jangan sampai menghantam kayu yang bisa menyebabkan perahu pecah bahkan baling-baling mesin hancur atau malah terbawa arus, perahu terbalik dan tenggelam.

Jhony sejak usia 12 tahun sudah paham medan sungai dan aliran yang ringan dan banjir besar. “Dalam kondisi banjir besar dengan banyak kayu, kita harus pindah jalur, menghindar dan berputar atau kita akan tertabrak kayu yang terbawa banjir, hancur, terbalik dan tenggelam.”, jelas Jhony. “Kami harus tetap patroli dengan kondisi banjir untuk memastikan orangutan berada di tempat yang aman, tak sampai terseret arus, hanyut dan hilang.”, tambahnya.

Jhony pun menceritakan kejengkelannya saat ada orang yang mengganggu orangutan di pulau. Biasanya Jhony akan menegur dan menjelaskan bahwa sewaktu-waktu orangutan bisa menyerang jika terlalu dekat.

Lalu siapakah orangutan favoritnya? Ya… Nigel yang paling pintar, tidak usil dengan orangutan lainnya dan cukup liar. Saat Jhony mendengar, Nigel adalah salah satu kandidat yang akan dilepasliarkan dalam waktu dekat ini, “Mendengarnya sebagai kandidat saja, saya sudah senang sekali. Saya tidak sabar menunggu Nigel dilepasliarkan dan jika berhasil… usaha saya dan teman-teman tidak sia-sia.”. (NIK)

POPI DAN GIGI BARUNYA LAGI

Apa jadinya saat bayi mulai tumbuh gigi? Dia akan menggali terus, sejauh mana gigi itu berfungsi. Seperti bayi orangutan Popi yang saat diselamatkan di bulan September 2016 masih berusia 8 minggu, tanpa gigi. Kini semakin percaya diri menggigit animal keeper atau orangutan lainnya yang mengganggu dia. Gigi bisa menjadi senjata mempertahankan diri, mungkin itu yang disimpulkan Popi.

Awal bulan Juni 2017, sepasang gigi taring bagian atas melengkapi 18 buah gigi Popi. Sama seperti bayi manusia ketika akan tumbuh gigi, Popi pun akan menggigit apa saja yang dilihat dan bisa diraihnya.

Baby sister dan animal keeper, tak satu pun luput dari gigitannya. Terimakasih semua pihak yang telah membuat Popi bertahan untuk hidup. Bayi orangutan adalah bayi yang sangat tergantung pada induknya. Kondisi tubuhnya sangat ringkih dan bisa dibilang dengan tingkat presentase yang rendah untuk hidup. Untuk para adopter Popi, inilah Popi anak virtual yang membangun mimpi, untuk bisa

NIGEL DITARIK DARI PULAU ORANGUTAN

Yipieee… akhirnya Nigel berhasil dibius dan dipindahkan. 19 Juni 2017, selang 3 hari setelah Oki masuk ke kandang karantina. Nigel adalah satu diantara dua orangutan yang akan dilepasliarkan dalam waktu dekat. Nigel berhasil mengalahkan Hercules dan 5 orangutan lainnya yang ada di pulau orangutan COP Borneo. Suatu pulau sebagai tempat orangutan berlatih sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. Itu adalah pulau pra-rilis.

Selama di pulau pra-rilis, Nigel membuat Hercules dan Antak harus dievakuasi dari pulau dan menjalani perawatan. Nigel berkembang menjadi orangutan jantan dominan. Jhony terpaksa menembakkan 2 kali tembakan bius untuk melumpuhkannya. Selanjutnya, secara bergantian, tim APE Guardian menggendong Nigel ke perahu dan memasukkannya ke kandang karantina. Kerja tim, mutlak dilakukan.

Proses medis pun dengan sigap dilakukan drh. Rian Winardi. Pengambilan sample darah dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan, untuk memenuhi syarat pelepasliaran pun dipenuhi. Baiklah Nigel, jalan pulang itu sudah semakin dekat. Kebebasanmu adalah kebahagiaan kami semua, keluarga besar Centre for Orangutan Protection.

Page 1 of 11812345...102030...Last »