BERTEMU ORANG-ORANG BARU DI COP SCHOOL

Namaku Mikaela, 19 tahun asal Bandung. Dari kecil aku sudah dibiasakan oleh nenek untuk dapat merawat hewan sekali pun itu serangga. Oleh karena itu rasa simpati kepada hewan yang tinggi di dalam diriku tumbuh. Gak sengaja ketika melihat Facebook muncul COP, kepo tuh langsung otak-atik fanpage nya. Terus muncul poster COP School Batch 5, langsung tertarik pengen banget ikutan. Setelah ijin ke orangtua ternyata dibolehin, langsung deh daftar.

Proses daftar COP School Batch 5 yang menurutku tidak sulit dan informasi yang disampaikan pun sangat lengkap jadi ngak bikin pusing untuk daftar. Setelah aku daftar kami diundang ke grup COP School dan diberi beberapa tugas sebelum kami dinyatakan lulus sebagai siswa COP School Batch 5 yang resmi. Di waktu luangku, aku mengerjakan tugas dari COP, tapi sekali lagi karena aku sangat berminat jadi ku kerjakan dengan sungguh-sungguh dan enjoy.

Waktunya pun tiba, hasil seleksi akan diumumkan. Rasanya deg-degan, takut gak lulus. Ternyata… Namaku ada di daftar siswa COP School Batch 5!!. Senangnya bukan main!!. Pada bulan Juni pun aku berangkat dari Bandung ke Yogja, rasa antusias menyelimutiku. Sesampainya aku di Jogja langsung berangkat menuju Camp COP yang berlokasi di Gondanglegi, Sleman. Aku bertemu dengan orang-orang yang memang benar-benar baru dan gak kenal satu pun, rasanya aneh sih tapi aku selalu ingat tujuanku bahwa aku ingin ikut serta dalam misi penyelamatan hewan.

Aku bersama kak Citra, kak Ucup dan dengan mentor kami kak Dea hari pertama kami ngecamp dibelakang Camp COP. Malamnya kami berkumpul dan memperkenalkan diri lalu kami tidur. Keesokan hari, kami sarapan pagi bersama lalu bersiap dan menggendong ransel dan mengenakan topi kami untuk persiapan longmarch dari Gondanglegi menuju Kaliurang. Perjalanan yang sungguh melelahkan tapi menyenangkan. Kami melewati persawahan, pedesaan, dan menyelusuri sungai. Akhirnya pada sore hari kami sampai di Kaliurang dan langsung mendirikan tenda untuk tempat istirahat kami dan menyiapkan makan malam dengan memasak bersama lalu makan bersama, kebersamaan mulai terasa ketika kami semua selesai makan.

Malam itu kami mengikuti materi dari Pak Jamartin Sihite dari BOSF. materi-materi yang disampaikan pun sangat membuatku tercengang mendengar keseruannya, setelah materi kami pergi tidur.

Hari ketiga kami awali dengan memasak bersama yang bahan-bahan masakannya udah disiapkan panitia, kemudian sarapan. Lanjut materi dari kakak-kakak COP yang sharing tentang pengalamannya di hutan Kalimantan dan menangani perdagangan satwa liar sampai keliling Indonesia. “WOW” aku berdecak kagum banget mendengar kerseruan, ketegangan dan keharuan dari cerita mas Hardi, mas Daniek, mas Dhani, kak Jambrong.

Hari keempat, kami menerima materi enrichment untuk satwa seperti orangutan, beruang madu, kukang, bekantan. Jadi di materi enrichment kami diajarkan untuk membuat kreasi dan dirangkai untuk mengajarkan satwa liar yang sudah lama ditangkap, berada di kandang dan lupa cara mencari makan di hutan. Dari bahan-bahan yang ada seperti karet, batang pohon, barang-barang bekas dan bambu kami mengkombinasikan dengan makanan sesuai hewan yang akan kita buat enrichmentnya. Seru abissss…!. Dan kami juga mendapat materi dari mas Warno dan kak Punky dari Animal Indonesia. Materi yang disampaikannya pun menarik dan diselingi games.

Hari kelima untuk kami, kami diajarkan untuk menjadi juru kampanye yang biasa COP lakukan yaitu aksi diam. Saat itu aku ditugaskan menjadi kameramen dan partnerku kak Wildan. Kali ini agak menegangkan tidak seperti biasanya yang santai karena kita diajarkan agar bisa kuat dan melakukan aksi diam. Kami mengibarkan bendera COP yang sangat besar, KEREN! Pada sore haripun kami semua masuk ke dalam kolam lumpur dan perang lumpur!. Pokoknya semua harus hitam pekat haha. Setelah habis main lumpur kita semua mandi di sungai, hari pun semakin malam kami mulai masak dan makan malam.

Hari keenam hari terakhir kami menuju Camp COP, sedih sih karena akan berakhir tapi sekaligus antusias karena kami telah membuat Program Kerja Mandiri untuk daerah kami masing-masing. Memang kenangan dan ilmu yang luar biasa. Thanks to COP School, aku pun bisa menyalurkan passion dan impianku untuk menyelamatkan satwa liar. Sampai sekarangpun walau kami jauh masih terus terhubung dengan media sosial. (Mikaela_COP School Batch 5)

EXCITING EXPERIENCE BECOMING KITCHEN ANGEL IN COP SCHOOL

Hi! My name is Nita Istikawati, you can call me Nita. I am a COP Supporter from Yogyakarta.
The story began in 2010 when I decided to join COP as a volunteer. At that time, I was a university student doing an Accounting degree. It can be said that my education didn’t have any correlation with orang-utans at all. So, I wasn’t surprised when some college friends bullied me about my bizarre activities outside of campus. They often said that I was a very odd person because I liked to go to the zoo to make enrichments and better enclosures for the animals, joined an orang-utan demonstration (campaign), and also spoke out loudly against the destruction of rainforests for palm oil plantations. They thought it was extremely peculiar behaviour for a student from the Faculty of Economics. Well, it never ever stopped me raising awareness and helping orang-utans through COP. From my own experience, I know that everyone can help the orang-utan and its habitat without limits and boundaries. Everything that begins from your heart will come back to your heart again.
There are so many exciting experiences I gained when I was working as a volunteer in orangutan protection. There were lots of unforgettable memories. One of them is when I became a COP School organiser. My favourite position was as part of the kitchen team or kitchen angel. First, because I could taste the food before the other people did. Second, I could taste again and then third I could do food tasting again and again (LOL). On the other hand, I love cooking. Perfect. But please take it easy, I just wanted to make sure that all of the food that we provided at COP School was healthy, free from formaldehyde and safe for consumption by participants and also the presenters. I called it working on the front line. Alibi.
Hmmm… actually becoming part of the kitchen team meant that we should be facing the reality of the lack of sleeping time. Imagine this: the kitchen angels have to wake up very early in the morning before the cock crows and are already moving in the direction of the rising sun. Meanwhile, others were still soundly resting in bed.
As a kitchen angel during COP School, I had to wake up no later than 3.30am every day, because we had to boil water for drinking and then go off to the market to buy vegetables. After that, we picked up food for the catering and also had to prepare anything else. Morning rush hour. From this activity, I learnt a lot about time management and of course became more responsible with my job.
The kitchen is the most strategic place to meet up with everyone. While the participants were making tea or a cup of hot coffee, I got lots of chances to talk with them. Warm conversation in the morning made us feel closer to each other. The participants of COP School are very multicultural. They come from various backgrounds. There is a veterinary student, biology, design, law, economy, communication, etc. Well, I came to understand a wide range of characters and it made me easier to adapt to the new environment. Yes, COP School is a place where I gained a new family, who inspire and strengthen each other. Thanks, COP.

PENGALAMAN SERU MENJADI TEAM DAPUR DI COP SCHOOL
Hai! Nama saya Nita Istikawati biasa dipanggil Nita. Salah satu pendukung COP dari Yogyakarta.
Cerita bermula di tahun 2010 ketika saya bergabung menjadi volunteer COP. Waktu itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di jurusan Akutansi. Bisa dibilang latar belakang saya memang tidak ada hubungannya sama sekali dengan orangutan. Jadi, tidak heran jika sering diejek teman-teman mengenai kegiatan-kegiatan saya di luar kampus. Saya dibilang orang aneh yang suka keluar masuk kebun binatang, ikut kegiatan demo (kampanye) dan teriak-teriak tentang sawit. Menurut mereka tidak wajar dilakukan oleh anak ekonomi. Namun hal itu tidak pernah mematahkan semangat saya untuk terus membantu COP. Menurut saya menyelamatkan orangutan dan habitatnya itu tanpa batas dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Semua yang berawal dari hati akan kembali ke hati.
Ada banyak sekali pengalaman seru selama berkecimpung di dunia perlindungan orangutan yang tidak akan pernah terlupakan. Salah satunya adalah setiap kali menjadi panitia kegiatan COP School. Saya paling senang menjadi bagian dari tim dapur. Pertama bisa cicip makanan, kedua cicip lagi, ketiga cicip lagi, dan lagi (hehe). Selain itu saya suka makan. Cocok ya. Eitsss tapi jangan salah persepsi. Saya cuma mau memastikan makanan di COP School semuanya sehat, bebas dari formalin dan aman dikonsumsi oleh peserta juga para pengisi acara. Ini namanya adalah bekerja di garda depan. Alibi.
Hmmm… sebenarnya menjadi tim dapur itu artinya harus menghadapi kenyataan bahwa jatah tidur sangat berkurang. Bayangkan pagi buta sebelum ayam berkokok kami para kitchen angels sudah bergerak menuju arah matahari terbit. Di saat yang lainnya masih nyenyak tidur di dalam sleeping bed.
Rutinitas selama COP School, setiap hari paling lambat bangun sekitar pukul 3.30 pagi karena wajib memasak air untuk kebutuhan minum dan pergi ke pasar membeli sayur mayur. Mengambil makanan di catering dan juga harus menyiapkan ini dan itu. Pagi yang sangat sibuk. Dari kegiatan ini saya menjadi banyak belajar tentang bagaimana mengorganisir waktu yang baik dan bertanggung jawab dengan pekerjaan.
Dapur adalah tempat paling strategis untuk bertemu dengan semua orang. Sembari para peserta membuat teh atau secangkir kopi panas, saya banyak mendapat kesempatan untuk berbincang. Obrolan hangat di pagi hari membuat susana menjadi lebih dekat dengan para peserta. Para peserta COP School sangat multikultural. Mereka datang dari berbagai macam latar belakang. Ada mahasiswa kedokteran hewan, biologi, desain, hukum, eknonomi, komunikasi, bahasa, dsb. Secara tidak sadar saya menjadi memahami berbagai macam karakter orang dan membuat lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru. Ya, COP School adalah tempat dimana saya mendapatkan keluarga baru, saling menginspirasi dan menguatkan satu sama lain. Terimakasih COP.

SELAMA COP SCHOOL BERLANGSUNG

Hi, namaku Shaniya asal Surabaya. Di foto itu aku yang paling depan dengan jilbab hitam. Aku adalah salah satu dari 40 orang yang lolos tahap seleksi untuk mengikuti COP School Batch 6 yang diadakan pada 18-22 Mei tahun lalu di Yogyakarta. Saat ini, statusku sudah menjadi Alumni dari kegiatan tersebut.

Pertama, aku mau bilang. Sama sekali nggak bakal rugi kamu daftar dan ikut seleksi COP School. Kalau kamu lolos, kamu akan dapat salah satu pengalaman yang ngak akan kamu dapatkan di tempat lain. Kalau belum lolos, kamu masih punya banyak kesempatan untuk coba daftar lagi tahun depan, dan tahun depannya lagi, dan seterusnya.

Setelah lolos seleksi, kamu pun nggak perlu takut bakal ‘terdampar’ ketika kamu sampai di Yogyakarta sebelum waktu yang ditentukan untuk kumpul di Camp COP. Kalau tahun lalu, teman-teman Batch 6 yang memang tinggal di Yogyakarta dengan senang hati membantu siapa saja yang membutuhkan akomodasi sementara sebelum kegiatan dimulai.

Siang pertama kegiatan mulai, kami kumpul di Camp COP dan menyerahkan tugas yang harus dibawa. Sorenya semua membangun tenda sesuai kelompok masing-masing dan berkenalan dengan semua yang ada di Camp. Di sini, menurutku sebaiknya kamu ngak cuma kenalan sama COP School angkatanmu aja, tapi juga sama alumni-alumni yang ada, baik yang jadi panitia maupun pendamping kelompok. Setelah semuanya kenal satu sama lain, malamnya dipilih siapa yang jadi Ketua Kelas dari Batch 6.

Hari kedua kumpul, kami sudah dapat materi sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat kedua. Nah setelah materi pertama ini serunya bener-bener dimulai. Di sini, fisik kamu bakal diuji juga ketahanannya. Longmarch bersama, yaa lumayanlah kalau buat yang jarang olahraga. Jadi, ada baiknya juga kamu latihan fisik sebelum berangkat ikut COP School.

Selama kegiatan di lokasi kedua tidur di tenda, kita bakal dapat banyak banget materi, nggak cuma tentang konservasi dan satwa liar, tapi juga jurnalistik dan bahkan bagaimana jadi investigator kasus perdagangan satwa liar! Keren kaaan! Selain itu, materi yang paling aku suka adalah tentang animal welfare. Karena di sini kamu bakal ditantang untuk bikin design kandang dan enrichment untuk satwa yang ada di kandang rehabilitasi maupun di kebun binatang. Dalam satu hari, ada sekitar 3 sampai 4 materi diselingi istirahat dan berbagai games yang seru semua. Games yang paling seru menurutku, saat kita diajak keluar pendopo buat melakukan pengamatan, ada binatang apa aaja di sekitar kita. Ini gak asal lho, karena panitia udah menyiapkan boneka berbagai binatang yang disembunyikan di sekitar jalur yang ditentukan. Di sini mata kita dituntut buat jeli sama keadaan sekitar. Dan nanti bakal di cek, apakah hewan yang kamu tulis itu bener atau bukan bagian dari binatang yang udah disembunyiin dan ditentuin sama panitia kegiatan.

Selain itu, kamu juga dituntut untuk bisa kerjasama sama kelompok kamu. Kalian bakal bagi tugas setiap harinya. Siapa yang ambil bahan masakan, yang masak, yang cuci piring, cuci alat masak, dan lain-lain, karena kita bakal masak sendiri buat sarapan dan makan malam.

Selama COP School, aku dapat banyak banget pengalaman berharga yang aku yakin berguna banget buat diriku ke depannya. Juga buat kamu yang memang ingin banget punya peran dalam membantu kelangsungan satwa liar di negara kita, kamu mungkin harus coba ikut kegiatan yang satu ini. Teamwork kamu teruji, public speaking-mu terlatih, dan kamu dapat banyak materi mengenai satwa liar, jadi ke depannya saat kamu terjun ke dunia konservasi, kamu nggak asal ikut-ikutan orang lain karena kamu punya dasar yang kamu dapat selama COP School.

Gimana, seru banget kan? Tahun ini aku berharap aku punya waktu untuk jadi pendamping kelompok selama kegiatan berlangsung. Kalau kamu bener-bener tertarik, saranku kamu harus sesegera mungkin daftar karena kalau ketinggalan ya sudah, kamu harus tunggu tahun depan lagi.
Jadi sampai ketemu ya di COP School Batch 7 nanti! See you soon! (Shaniya_Orangufriends)

Page 1 of 9212345...102030...Last »