COP URGES THS TO GIVE TWO ORANGUTANS UP TO THE STATE

Two orangutans entered Siantar Animal Park or Taman Hewan Siantar (THS) in Pematang Siantar city, North Sumatera, allegedly from the communities are being talked about. Here is Centre for Orangutan Protection (COP)’s attitude statements:

1. Both orangutans are still able to be rehabilitated and it is appropriate for THS to hand over two individual orangutans to the state for quarantine and rehabilitation before release them back into the jungle.

2. North Sumatera has orangutan rehabilitation center that has good facilities and accredibility in orangutan rehabilitation program under the Natural Resources Conservation Center (BKSDA) of North Sumatera

3. Sumatran orangutan is listed as critically endangered and the government has efforts to increase its population and all parties must support, including THS.

4. We support North Sumatra BKSDA to evacuate those two individual orangutans and send them into rehabilitation center.

Poaching and illegal trading has been and still a serious problem for Sumateran Orangutans. In 2015-2016, the COP team had assisted the police and the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) to conducted seizure operations Sumateran orangutan trade cases for at least 4 cases with evidence of 9 Sumateran orangutan babies in Langsa, Medan, Jakarta, and Garut.

For further info and interview, please contact:
drh. Rian Winardi
COP Ex-situ Campaigner
Phone no: 085245905754
Email: info@orangutanprotection.com

COP DESAK THS SERAHKAN 2 ORANGUTAN KE NEGARA
Masuknya dua individu orangutan Sumatera di Taman Hewan Siantar (THS) di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara yang diduga bersumber dari masyarakat sedang ramai diberitakan. Berikut pernyataan sikap dari Centre for Orangutan Protection (COP):

1. Kedua orangutan tersebut masih bisa direhabnilitasi dan sudah sepantasnya pihak THS menyerahkan 2 individu orangutan kepada Negara untuk di karantina dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan menuju alam.

2. Sumatera Utara memiliki pusat rehabilitasi orangutan yang memiliki fasilitas serta kredibilitas yang baik dalam program rehabilitasi orangutan di bawah naugan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara.

3. Orangutan Sumatera termasuk dalam satwa yang terancam punah dan pemerintah memiliki upaya meningkatkan populasi dan semua pihak wajib mendukung termasuk THS.

4. Mendukung BKSDA Sumatera Utara untuk melakukan evakuasi terhadap kedua individu orangutan tersebut dan mengirimkannya ke pusat rehabilitasi orangutan.

Perburuan dan perdagangan masih menjadi ancaman serius bagi orangutan Sumatera. Setidaknya kurun waktu tahun 2015-2016, tim COP membantu Kepolisian dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan operasi penyitaan untuk kasus perdagangan orangutan Sumatera sebanyak 4 kasus dengan barang bukti sejumlah 9 bayi orangutan Sumatera di kota Langsa, Medan, Jakarta dan Garut.

Untuk informasi dan wawancara, silahkan hubungi:

drh. Rian Winardi
Juru Kampanye Eks Situ COP
HP: 085245905754
Email: info@orangutanprotection.com

Mustafa Imran
PLH BKSDA Sumatera Utara
HP: 081260696826

BERBURU BUKAN CABANG OLAHRAGA DI ASIAN GAMES

Olahraga menembak akan jadi cabang olahraga di Asian Games 2018. Tapi bukan berarti berburu juga sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan loh. Karena berburu adalah aktivitas mengejar, menangkap atau membunuh hewan liar untuk dimakan, rekreasi, perdagangan atau memanfaatkan hasil produknya.

Kasus-kasus kematian satwa liar terutama orangutan dengan barang bukti peluru senapan angin terus-menerus terjadi. Walaupun Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk kepentingan Olahraga, senapan angin hanya digunakan untuk kepentingan menembak sasaran atau target (pasal 4 ayat 3) dan hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan (pasal 5 ayat 3) sudah ada. Perkap ini tidak cukup kuat untuk ditegakkan. Sehingga kasus kematian satwa liar yang dilindungi Undang-undang menggunakan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang pada pelaksanaannya masih jauh dari kerugian yang terjadi.

Tentu saja para atlit menembak tidak mau disamakan dengan pemburu kan? Nomor-nomor yang akan dipertandingkan di cabang olahraga menembak adalah Pistol, Rifle, Running Target dan Skeet and Trap. 3 maskot Asian Games 2018 yang bernama Bhin-bhin, Atung dan Kaka tentunya tidak akan rela saat target tersebut adalah teman-teman mereka juga. “Asian Games 2018, berburu bukan olahraga!”.

TAMAN HEWAN SIANTAR OUGHT TO RETURN TWO ORANGUTANS

Taman Hewan Siantar/ Siantar Animal Park (THS) in North Sumatera alleged to have two Sumatran orangutans obtained by poaching. The orangutans are estimated at approximately 15-20 years old for the mature and 4-5 years old for the infant. “this is a violation of the Indonesian policy and commitment in the regulation of minister of forestry number P.53/Menhut-IV/2007 on Strategy and Orangutan Conservation Action Plan 2007-2017, that all orangutans confiscated from illegal pet and trade should be set in rehabilitation program to prepare them back for the wild.”, said Panut Hadisiswoyo, Director of YOSL-OIC in Medan.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Norh Sumatera had tried to take the orangutans but THS refused and asked permission to take care if them.

“North Sumatera has orangutan rehabilitation center in Batumbelin, Simbolangin. There is no reason for THS to take care the orangutans themselves, the orangutans will lost their chance to get back wild in their habitat. The two orangutan should undergo a rehabilation!”, Ramadhani, Manager of Orangutan and Habitat Protection program boldly said.

“Pematang Siantar Animal Park or previously known as Pematang Siantar Zoo is a zoo that still need to fight to address their animal welfare issue.”, Ramadhani added.

TAMAN HEWAN SIANTAR HARUS KEMBALIKAN DUA ORANGUTAN
Diduga ada dua individu orangutan Sumatera hasil perburuan berada di Taman Hewan Siantar (THS), Sumatera Utara. Kedua individu orangutan ini diperkirakan berusia 15-20 tahun dan anakan yang berusia 4-5 tahun. “Ini adalah pelanggaran terhadap komitmen dan kebijakan pemerintah Indonesia yang ditetapkan dalam Permenhut P.53/Menhut-IV/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan 2007-2017, bahwa semua orangutan sitaan dari perdagangan hewan dan peliharaan harus dimasukkan dalam program rehabilitasi untuk dikembalikan ke hutan.”, Panut Hadisiswoyo, direktur YOSL-OIC di Medan.

Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara sudah berupaya untuk mengambil orangutan tersebut namun THS menolak dan meminta izin untuk merawat orangutan tersebut.

“Sumatera Utara itu memiliki pusat rehabilitasi orangutan di Batumbelin, Sibolangit. Tidak ada alasan, kenapa orangutan tersebut harus dirawat di THS yang menyebabkan orangutan tersebut tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke habitatnya. Kedua orangutan tersebut harus menjalani rehabilitasi!”, tandas Ramadhani, manajer program perlindungan habitat dan orangutan COP.

“Taman Hewan Pematang Siantar atau sebelumnya lebih dikenal dengan Kebun Binatang Pematang Siantar adalah sebuah kebun binatang yang masih harus berjuang untuk mengatasi persoalan kesejahteraan satwanya.”, tambah Ramadhani.

Page 1 of 21612345...102030...Last »