ANNIE MENGGANGGU SIMSON

“Annie! Naik!”, hardik Simson, si animal keeper sambil menatap Annie yang yang mulai mendekati hammock tempatnya menungguin orangutan-orangutan di kelas sekolah hutan COP Borneo. Tapi yang namanya orangutan dengan usia balita… seperti anak manusia pada umumnya. Mereka sangat tergantung pada ibunya. Sangat ingin selalu dekat dengan ibunya. Mungkin itulah yang dirasakan Annie. Berada di tempat asing untuk pertama kalinya, dia berusaha mencari perlindungan Simson, si animal keeper yang membawanya ke sekolah hutan.

Selama empat tahun Annie dipelihara secara ilegal di desa Merapun. Hidup di dalam kandang kayu berukuran 3 x 3m membuatnya sangat tergantung dengan pemeliharanya. Makanan layaknya manusia, menjadi menunya sehari-hari. Tentu saja ini akan menyulitkan pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo dalam proses mengembalikan Annie untuk bisa hidup di habitatnya. “Ya, ini akan jadi tantangan tersendiri untuk tim. Kami akan sangat membutuhkan dukungan semua pihak.”, ujar Reza Kurniawan, manajer COP Borneo.

Tak hanya Annie, di pusat rehabilitasi orangutan satu-satunya yang didirikan putra-putri Indonesia ini juga ada orangutan-orangutan kecil dengan berbagai latar belakang. Seperti Popi yang sejak September 2016 masuk pusat rehabilitasi orangutan yang berada di Berau, Kalimantan Timur. Popi adalah orangutan betina yang baru saja lepas tali pusarnya. Tubuh kecilnya masih sangat lemah. Bahkan untuk memegang botol minumnya saja, dia belum mampu. Kini Popi tumbuh dan berkembang menjadi orangutan yang penuh harapan. Bermain di sekolah hutan mampu menenggelamkannya hingga sore hari. Yuk bantu rehabilitasi orangutan COP Borneo lewat https://kitabisa.com/orangindo4orangutan

ISTIMEWANYA SEKOLAH HUTAN COP BORNEO

Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu. Para animal keeper membawa anak-anak orangutan ke sekolah hutan. Menggendong adalah cara yang paling efektif untuk orangutan-orangutan usia di bawah 4 tahun. Memang di usia seperti itu, orangutan sangat tergantung dengan induknya dan menghabiskan waktunya dengan berada dalam gendongan induknya. Ikatan anak dan induknya pun begitu kuatnya. Sementara di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo yang berada di Kalimantan Timur ini, para animal keeper-lah yang menjadi ujung tombaknya. Merekalah yang tahu persis karakter orangutan asuhnya.

Owi… Bonti… Happi… Popi… dan Annie. Kelima anak-anak orangutan ini akan belajar bersama. Mereka saling memperhatikan. Kalau dulu Happi si kecil yang selalu mengikuti orangutan yang lebih besar. Kini Happi sudah bisa membangun sarangnya sendiri. Semakin hari… semakin kokoh. Sementara Bonti yang selalu menjadi pengikut Owi, saat ini Bonti sudah bisa memanjat lebih tinggi dari Owi. Bahkan Bonti mulai menyusun-nyusun ranting dan daun-daun setelah memperhatikan Happi. Kalau Owi, malah semakin malas berlatih di pepohonan, dia lebih tertarik menganggu animal keeper atau hanya bermain di lantai hutan.

Bagaimana dengan Popi? Si mungil Popi sekarang lebih senang menghabiskan kelas sekolah hutan COP Borneo di atas pohon. Perkembangan yang memuaskan! Kalau Annie… tentu saja dia harus menyesuaikan diri dulu. Hari pertamanya di sekolah hutan penuh kejutan. Setiap orangutan adalah individu yang unik. Dan setiap animal keeper mengenal setiap orangutan sebagai pribadi yang berbeda.

ANNIE’S SECOND DAY AT FOREST SCHOOL

Do not know, then do not love. But the first look can also make us fall in love or not. Maybe that’s the way with the newcomer COP Borneo, Annie. Perhaps this is the first time to see other orangutans after three years of living with humans. Perhaps also his fading memory of his mother made him challenge Happi when he first met. It’s sad to imagine what happened three years ago, when Annie had to be separated from his mother forever.

Annie a 4-year-old male orangutan, for the first time attending a COP Borneo forest school class on May 28, 2018. Annie strikes Happi on the first day of school, and during the day, Annie is oppressed by Happi and Owi, until he gives up and dares not be far from animal keeper who always tried to protect Annie from the two male orangutans who first entered the forest school class. The ability to climb no more than 3 meters. Perhaps this is the highest climbing of Annie after parting with his mother.

The oppression of new students is not continuous. After the first day of the evaluation, the COP Borneo orangutan rehabilitation team decided to keep Annie to a forest school with Happi and Owi. Of course, the animal keeper will be more alert. “What a surprise. Happi started a good relationship with Annie. They stared and climbed the same tree.”, said Wety Rupiana while noting in Annie’s special forest schoolbook. “It turns out yesterday is the day of introduction.”, added Wety relieved. (WET)

HARI KEDUA ANNIE DI SEKOLAH HUTAN
Tak kenal maka tak sayang. Tapi tatapan pertama kali juga bisa membuat kita jatuh cinta atau tidak. Mungkin begitulah yang terjadi dengan si pendatang baru COP Borneo, Annie. Mungkin ini adalah kali pertamanya melihat orangutan lainnya setelah tiga tahun hidup bersama manusia. Mungkin juga ingatannya yang sudah mulai pudar tentang induknya membuat dia menantang Happi saat pertama kali bertemu. Sungguh menyedihkan membayangkan kejadian tiga tahun yang lalu, saat Annie harus terpisah dengan induknya untuk selamanya.

Annie orangutan jantan berusia 4 tahun, untuk pertama kalinya masuk kelas sekolah hutan COP Borneo pada 28 Mei 2018. Annie memukul Happi di hari pertama sekolah, dan sepanjang hari itu pula, Annie ditindas oleh Happi dan Owi, hingga ia menyerah dan tak berani jauh dari animal keeper yang selalu berusaha melindungi Annie dari kedua orangutan jantan yang terlebih dahulu masuk kelas sekolah hutan. Kemampuan memanjatnya tak lebih dari 3 meter. Mungkin ini adalah panjatan tertingginya Annie setelah berpisah dengan induknya.

Penindasan pada siswa baru tak terus menerus berlangsung. Setelah di hari pertama evaluasi, tim pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo memutuskan untuk tetap membawa Annie ke sekolah hutan bersama Happi dan Owi. Tentu saja, animal keeper akan lebih waspada lagi. “Sungguh mengejutkan. Happi mulai menjalin hubungan yang baik dengan Annie. Mereka bertatapan dan memanjat pohon yang sama.”, ujar Wety Rupiana sembari mencatat di buku sekolah hutan khusus Annie. “Ternyata kemaren adalah hari perkenalan.”, tambah Wety lega. (WET)

Page 1 of 20812345...102030...Last »