HAPPI IS PEEKING PINGPONG’S CORN

Don’t know how these two orangutans can be close to each other. The introvert Happi approaches Pingpong, his senior who is the laziest to climb trees. Ooo.. apparently it’s the corn that takes Happi attention!

Happi is an orangutan who shocked the animal keepers when he was 3 years old. How come Happi who had never made his own nest, even his friends at forest school had never made a nest themselves, all of a sudden made his own nest up on a tree. It wasn’t a very good shape nest, but day by day his nest is getting better.

Happi often forgot if he was on the top of a tree and ignored the animal keeper who called his name when it’s time to drink milk, even she have never seemed to be friendly to other orangutans. But today is different. Before he climbs, he sees Pingpong is shucking the corn peacefully. Maybe Happi is curious, why Pingpong takes so long to shuck the corn.

“It’s fun to be in a jungle school. There is always an unique story to tell.” says drh. Flora.

HAPPI MENGINTIP JAGUNG PINGPONG
Entah bagaimana ceritanya kedua orangutan ini bisa saling berdekatan. Happi yang sangat penyendiri mendekati Pinpong, seniornya yang paling malas untuk memanjat pohon. Owh… ternyata jagung menjadi daya tarik tersendiri untuk Happi.

Happi adalah orangutan yang saat usianya menginjak 3 tahun mengejutkan para animal keeper. bagaimana tidak, Happi yang tak pernah membuat sarang bahkan teman-temannya di kelas sekolah hutan pun tak ada yang pernah membuat sarang, tiba-tiba saja Happi melakukannya di atas pohon. Belum rapi tapi hari demi hari, sarang buatannya semakin kokoh.

Happi yang sering lupa kalau sudah berada di atas pohon dan sering mengabaikan animal keeper yang memanggilnya untuk saatnya minum susu pun tak pernah terlihat dekat dengan orangutan lainnya. Tapi berbeda dengan hari ini. Sebelum dia memanjat pohon, dia melihat Pingpong sedang asik membuka jagung. Mungkin Happi merasa heran, kenapa Pingpong terlihat lama sekali membuka kulit jagung.

“Inilah asiknya berada di sekolah hutan. Ada saja cerita tak biasa.”, ujar drh. Flora.

COP KIRIM DUKUNGAN KE BKSDA SUMUT UNTUK AMBIL ORANGUTAN DARI THS

Orangutan Boncel dan Ina adalah dua individu orangutan yang masuk ke Taman Hewan Siantar (THS) sebulan yang lalu. Orangutan tersebut diduga dari kepemilikan masyarakat yang diserahkan kepada THS. Secara fisik, orangutan tersebut cukup baik dan layak dimasukkan ke pusat rehabilitasi sebelum dikembalikan menuju ke alam. Sumatera Utara memiliki fasilitas pusat penyelamatan orangutan yang baik, tepatnya di Sibolangit, Sumatera Utara. Rekam jejak menunjukkan kredibilitas pusat rehabilitasi orangutan satu-satunya di Sumatera. Tidak ada alasan lain, THS harus menyerahkan satwa tersebut kepada negara untuk kemudian menjalani proses rehabilitasi sebelum dikembalikan ke alam.

Masa depan orangutan tersebut masih panjang dan proses rehabilitasi untuk pelepasliaran adalah salah satu langkah yang baik untuk dilakukan dalam upaya peningkatan populasi orangutan Sumatera di alam yang terancam punah. BKSDA Sumut memiliki wewenang penuh akan hal ini dan COP mendukung upaya tegas untuk mengevakuasi orangutan dari THS untuk masuk Pusat Rehabilitasi Orangutan.

Kamis, 19 Juli 2018, Centre for Orangutan Protection (COP) mengirimkan surat dukungan kepada BKSDA Sumatera Utara dengan tembusan Dirjen KSDAE, Setdijen KSDAE dan Dir KKH untuk melakukan evakuasi orangutan Boncel dan Ina dari THS dan melakukan upaya rehabilitasi bagi kedua individu orangutan tersebut.

COP URGES THS TO GIVE TWO ORANGUTANS UP TO THE STATE

Two orangutans entered Siantar Animal Park or Taman Hewan Siantar (THS) in Pematang Siantar city, North Sumatera, allegedly from the communities are being talked about. Here is Centre for Orangutan Protection (COP)’s attitude statements:

1. Both orangutans are still able to be rehabilitated and it is appropriate for THS to hand over two individual orangutans to the state for quarantine and rehabilitation before release them back into the forest.

2. North Sumatera has orangutan rehabilitation center that has good facilities and accredibility in orangutan rehabilitation program under the Natural Resources Conservation Center (BKSDA) of North Sumatera

3. Sumatran orangutan is listed as critically endangered and the government has efforts to increase its population and all parties must support, including THS.

4. We support North Sumatra BKSDA to evacuate those two individual orangutans and send them into rehabilitation center.

Poaching and illegal trading has been and still a serious problem for Sumateran Orangutans. In 2015-2016, the COP team had assisted the police and the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) to conducted seizure operations Sumateran orangutan trade cases for at least 4 cases with evidence of 9 Sumateran orangutan babies in Langsa, Medan, Jakarta, and Garut.

For further info and interview, please contact:
drh. Rian Winardi
COP Ex-situ Campaigner
Phone no: 085245905754
Email: info@orangutanprotection.com

COP DESAK THS SERAHKAN 2 ORANGUTAN KE NEGARA
Masuknya dua individu orangutan Sumatera di Taman Hewan Siantar (THS) di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara yang diduga bersumber dari masyarakat sedang ramai diberitakan. Berikut pernyataan sikap dari Centre for Orangutan Protection (COP):

1. Kedua orangutan tersebut masih bisa direhabnilitasi dan sudah sepantasnya pihak THS menyerahkan 2 individu orangutan kepada Negara untuk di karantina dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan menuju alam.

2. Sumatera Utara memiliki pusat rehabilitasi orangutan yang memiliki fasilitas serta kredibilitas yang baik dalam program rehabilitasi orangutan di bawah naugan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara.

3. Orangutan Sumatera termasuk dalam satwa yang terancam punah dan pemerintah memiliki upaya meningkatkan populasi dan semua pihak wajib mendukung termasuk THS.

4. Mendukung BKSDA Sumatera Utara untuk melakukan evakuasi terhadap kedua individu orangutan tersebut dan mengirimkannya ke pusat rehabilitasi orangutan.

Perburuan dan perdagangan masih menjadi ancaman serius bagi orangutan Sumatera. Setidaknya kurun waktu tahun 2015-2016, tim COP membantu Kepolisian dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan operasi penyitaan untuk kasus perdagangan orangutan Sumatera sebanyak 4 kasus dengan barang bukti sejumlah 9 bayi orangutan Sumatera di kota Langsa, Medan, Jakarta dan Garut.

Untuk informasi dan wawancara, silahkan hubungi:

drh. Rian Winardi
Juru Kampanye Eks Situ COP
HP: 085245905754
Email: info@orangutanprotection.com

Mustafa Imran
PLH BKSDA Sumatera Utara
HP: 081260696826

Page 1 of 21712345...102030...Last »